Monday, June 1, 2009

"Hannah Montana: The Movie" Review


Kesampean juga akhirnya gue nonton Hannah Montana: The Movie, walaupun gambarnya masih jelek dan gak banget deh. Tapi daripada gue mati penasaran, gak apa-apa juga deh, hehe. Over all, ceritanya menarik. Ada beberapa adegan yang gue suka, salah satunya opening, saat Hannah nyanyi lagu Best of Both Worlds di pantai, Hannah nyanyi lagu Rockstar, Miley nyanyi lagu Hoedown Throwdown, dan Hannah nyanyi lagu You'll Always Find Your Way Back Home. Lho, kok performance semua yah? Haha.. Ada juga adegan pas Miley dateng ke pesta Lilly's Sweet Sixteen sebagai Hannah, tapi Lilly justru gak suka.

---Short Story---

Hannah mendapat undangan untuk datang ke suatu acara di New York, dan pergi untuk berbelanja perlengkapannya untuk acara itu, sehingga ia telat datang ke pesta ulang tahun Lilly. Di perjalanan ia di ikuti seorang wartawan yang 'haus' akan berita Hannah. Karena Lilly sempat kesel sama Miley (karena dateng ke pestanya sebagai Hannah), Lilly mengatakan sesuatu ke wartawan itu (gue gak tau pasti apa) sehingga wartawan itu ngikutin Hannah sampe ke Tennessee (awalnya ia pengen ke New York, tapi Ayahnya mengatur strategi agar Miley datang ke Tennessee dan menghadiri ulang tahun neneknya).

Disana ia harus hidup sebagaimana ia dulu saat masih di Tennessee dan belum terkenal seperti sekarang. Dan ia juga bertemu Travis, teman semasa kecilnya dulu yang masih menyimpan secret crush pada Miley sampai sekarang.

Singkat cerita, Travis melihat dengan mata kepalanya sendiri saat Miley sedang memegang rambut palsu milik Hannah, dan ia pun sadar bahwa Miley adalah Hannah, dan Hannah adalah Miley. Travis marah karena ia merasa dibohongi oleh Miley selama ini. Robby Ray bertemu seorang gadis, dan mereka menyukai satu sama lain. Karena Robby terlalu melindungi rahasia Miley/Hannah, ia mengorbankan perasaanya itu demi Miley.

Pada konser Hannah, Miley merasa ia terlalu banyak menyakiti orang dengan rahasianya ini. Terutama ia merasa sangat bersalah pada ayahnya yang terlalu banyak berkorban untuknya. Di konser itu ia membuka jati dirinya sebagai Miley Stewart, dan menyudahi perannya sebagai Hannah. Namun para penggemar justru kecewa, karena sosok yang mereka idolakan 'mati'. Disana mereka berjanji untuk menyimpan rahasia itu rapat-rapat, asal Miley mau kembali menjadi Hannah.

Di saat moment yang mengharukan itu, wartawan yang mengikuti Hannah sejak dari California mengambil gambar Miley yang sedang memasang wig Hannah dan mengancam untuk menyebarkan gambar itu di majalah tempat ia bekerja. Namun ia menyadari bahwa 2 anak perempuannya juga penggemar berat Hannah, dan ia tidak ingin menghancurkan mimpi anak-anaknya tersebut, lalu ia berhenti dari pekerjaannya di majalah tersebut

---Happy Ending---

No comments:

Post a Comment